filmora go
FilmoraGo

Video Editor yang Mudah Digunakan

appstore
Download di App Store
Dapatkan di Google Play
The best editor helps you easily edit Instagram video with powerful features.
  • Create 1:1 square ratio videos for Instagram
  • Various filter and overlay effects
  • Modern and easy to use

Mengapa Like Palsu akan Merusak Akun Instagram Anda

author

Nov 24, 2022• Solusi yang sudah terbukti

Banyak influencer percaya bahwa mereka telah menemukan rahasia untuk menumbuhkan popularitas dengan cepat di Instagram - membeli like palsu. Mereka percaya bahwa like palsu di Instagram akan memberikan eksposur yang lebih besar dengan kecepatan yang lebih cepat. Memang, merek lebih cenderung ingin bekerja dengan seseorang yang memiliki 1.000 like daripada 100 like dalam sebuah gambar. Itulah mengapa membeli like palsu telah menjadi ide yang populer di kalangan influencer.

Tetapi tidak disarankan bagi influencer untuk membeli like palsu di Instagram. Jika Anda mempertimbangkan opsi ini untuk meningkatkan profil Anda, harap baca poin-poin berikut sebelum Anda membuat keputusan akhir.

Bagian 1: Mengapa Influencer Membeli Likes Palsu?

Sebelum 2016, faktor terpenting bagi seorang influencer Instagram adalah jumlah pengikut mereka. Namun platform mulai lebih peduli tentang interaksi daripada pengikut, itulah sebabnya merek sangat tertarik dengan like yang Anda dapatkan di setiap unggahan.

Sekarang orang-orang berpikir untuk membeli like jika mereka merasa tingkat interaksi mereka tidak meningkat cukup cepat agar mereka bisa mendapatkan lebih banyak eksposur atau penawaran sponsor yang menarik.

mengapa membeli like palsu?

Bagian 2: 3 Alasan untuk Menghindari Membeli Like Instagram

1. Ini Akan Mengacaukan Parameter Interaksi Anda

Ketika Anda memiliki lebih banyak pengikut di Instagram, tidak dapat dihindari bahwa tingkat interaksi Anda akan menurun. Ketika sebuah akun memiliki kurang dari 1.000 pengikut, tingkat interaksinya akan berada di sekitar delapan persen. Lalu akan turun menjadi empat persen ketika Anda memiliki pengikut sebanyak 1.000 dan 10.000 orang. Selanjutnya, 10.000 hingga 100.000 pengikut akan memiliki tingkat interaksi sekitar 2,4%. Dan turun menjadi 1,7% ketika Anda mencapai satu juta pengikut.

Apa arti semua angka ini? Artinya, jika Anda membeli like, Anda akan menimbulkan kecurigaan terhadap merek yang mungkin ingin mempekerjakan Anda untuk tujuan sponsor. Katakanlah Anda membeli banyak like karena harganya lebih murah daripada membeli pengikut. Jika Anda memiliki 15.000 pengikut dan tingkat keterlibatannya sebanyak 6 atau 7 persen, itu akan membuat akun Anda tampak mencurigakan.

2. Membeli Like Palsu Menciptakan Masalah

Sangat mudah untuk berpikir bahwa Anda akan membeli likes palsu di Instagram untuk satu atau dua kali penggunaan. "Saya hanya ingin mempromosikan beberapa postingan saya untuk mendapatkan eksposur." Ini adalah kata-kata yang diucapkan setiap pembeli like. Sebulan kemudian, mereka mati-matian membeli like untuk setiap postingan yang mereka pasang di Instagram.

Ini adalah lingkaran setan, karena Anda akan menjadi kecanduan terhadap likes belian. Dan jika Anda melakukan semua ini untuk membuat sebuah merek terkesan, maka Anda harus menjaga tingkat interaksi Anda atau mereka akan menganggap Anda hanya memiliki satu unggahan yang kebetulan menjadi viral, yang mana tidak dapat diimplikasikan sebagai akun populer.

ins like palsu

3. Pelanggaran Aturan Instagram

Instagram memiliki pedoman dan aturan keterlibatan yang sangat ketat. Di mana membeli like dan pengikut melanggar aturan itu. Tentu saja, mereka tidak akan menjatuhkan setiap akun yang membeli like dan pengikut. Jika mereka melakukannya, baru hal ini akan berhenti secara sepenuhnya.

Tapi ada kemungkinan besar bahwa Anda akan ketahuan pada akhirnya. Dan risikonya adalah seluruh akun Anda akan dihapus, termasuk semua pengikut, like, dan postingan Anda. Anda mungkin akan kesulitan membuka akun lain dengan identitas yang sama.

Dan banyak situs yang menawarkan layanan pembelian like pun ditutup, yang langsung berdampak pada like yang Anda dapatkan di postingan berikutnya. Ini bisa berubah menjadi perlombaan dimana Anda membeli lebih banyak likes dari penjual lain, sampai mereka akhirnya ditutup juga.

Bagian 3: Cara Mengidentifikasi Akun dengan Like Palsu

1. Jumlah Pengikut dan Interaksinya Tidak Sesuai

Terbentuknya anomali dalam banyaknya like dalam sebuah unggahan Instagram dengan jumlah pengikut akun tersebut. Misalnya, sebuah unggahan mungkin dibagikan oleh influencer dan selebritas, sehingga menjadikannya viral.

Tetapi akun yang memiliki beberapa unggahan dengan tingkat interaksi 9 atau 10 persen, atau bahkan lebih tinggi, langsung jadi mencurigakan. Tidak mungkin sebuah akun memiliki tingkat interaksi yang begitu tinggi tanpa melakukan pembelian seperti itu.

Mereka yang tetap kukuh membeli like perlu membeli pengikut juga, semua ini bertujuan untuk menyesuaikan tingkat interaksinya dengan angka yang kami sebutkan di atas. Tapi ini menjadi tidak sebanding dengan apa yang diperoleh!

2. Unggahan dan Like Tidak Cocok

Bukan suatu hal yang umum ketika sebuah akun memiliki unggahan yang sangat sedikit, tetapi ada like di setiap unggahannya. Biasanya dibutuhkan banyak unggahan sebelum sebuah akun dapat mengumpulkan pengikut dan jumlah likes yang tinggi. Satu-satunya saat di mana akun dengan sedikit unggahan memiliki banyak like adalah ketika mereka dimulai oleh seorang selebriti.

Salah satu hal yang mencurigakan misalnya saat Anda melihat seorang influencer memiliki tiga atau empat unggahan dalam sebulan terakhir, tetapi mereka masih memiliki ribuan likes di setiap unggahannya. Ada kemungkinan besar influencer menggunakan metode tidak autentik untuk mendapatkan like tersebut.

3. Komentar Spam

Pernah memperhatikan bahwa beberapa akun Instagram didominasi oleh komentar spam? Anda mungkin hanya melihat dua atau tiga komentar yang terdengar asli di bagian tersebut. Sisanya malah berisikan beberapa versi dari "ikuti saya" atau frase kata tunggal. Ini menunjukkan akun yang membeli like, pengikut, dan komentar.

Influencer berpikir mereka dapat menipu orang untuk mempercayai tingkat interaksi mereka dengan menggunakan komentar spam. Tetapi perusahaan yang peduli tentang di mana mereka menghabiskan anggaran pemasaran mereka akan melakukan penelitian yang melampaui sepintas pengecekan jumlah pengikut, like, dan komentar. Mereka akan melihat komentar spam.

komentar spam

Kesimpulan

Instagram lebih dari sekadar memamerkan tampilan atau makanan terakhir Anda. Ini adalah platform yang didominasi oleh influencer, itulah sebabnya merek sangat tertarik untuk memanfaatkannya demi kesuksesan mereka sendiri. Yang mana mendorong Influencer untuk tergoda membeli like sehingga mereka dapat meningkatkan profil mereka dan menarik penawaran sponsor yang lebih baik.

Tetapi membeli like di Instagram adalah proses kompleks yang cukup mudah dikenali. Kecuali jika Anda ingin masuk ke lingkaran setan dengan terus-menerus membeli like dan pengikut, lebih baik Anda memfokuskan upaya Anda untuk meningkatkan jumlah pengikut dan tingkat interaksi Anda secara organik.

author
Liza Brown
Liza Brown is a writer and a lover of all things video.